10/18/2012
Honda Boyong Skutik Keren Bergaya Petualang ke Jakarta
Astra
Honda Motor (AHM) bakal tampil habis-habis di perhelatan Jakarta
Motorcycle Show (JMCS) 2012, 31 Oktober mendatang. Tak cuma motor baru,
mereka juga akan menggoda konsumen dengan motor konsep berdesain menawan
serta futuristik.
Dari Bekasi, Ban Ini Mendunia
Siapa kira ban yang merajai dunia drifting itu bikinan asli Indonesia
Siapa kira ban Achilles yang kini merajai dunia drifting itu bikinan asli Indonesia? Yang lebih mengherankan lagi, ban ini dibangun dari pabrik yang mangkrak akibat terpaan krisis 1998.
Adalah
Pieter Tanuri, pemain pasar modal yang bengubah haluan bisnisnya
membangun pabrik yang sudah jadi semak belukar di Cikarang, Bekasi. Saat
itu, Pirelli menghentikan produksi dan memutuskan menjual pabrik itu.
Pieter diminta bantuan
temannya melakukan valuasi pabrik ban asli Italia itu. Namun, temannya
ini tak jadi mengambil alih. Akhirnya Pieter lah yang membangun kembali
pabrik itu.
"Saat itu, kondisinya sangat memprihatinkan, dari 39 mesin hanya 15 yang bisa beroperasi," katanya. Tak cuma itu, dia juga harus membangun merek baru dan tak boleh menggunakan nama Pirelli lagi.
Lalu, ia membangun ban dengan merek Achilles yang menyasar anak muda. Dia sadar, sebagai pendatang baru di dunia industri ban itu tak mudah. Ban produksinya harus lebih berkualitas dan tentunya lebih murah. "Itu saja tidak cukup menggoyang merek yang lebih mapan, kalau tidak ada keunikan," katanya.
Di tengah jalan, ia terinspirasi Samsung yang berusaha melawan pabrikan elektronik Jepang yang jelas lebih mapan. Dia menaikkan kualitas dan menurunkan harga. Tak cuma itu, ia juga fokus pada produk-produk anak muda. Hasilnya, tak lama setelah itu, Samsung bisa mengalahkan merek-merek Jepang.
"Kami ingin seperti itu," katanya kepada VIVAnews di kantornya, Jalan Panjang, Jakarta.
Karena itu, Pieter mengaku menyeting produknya fokus pada anak muda. Lalu, dia membuat studi mengenai kesukaan anak muda. "Kami survei, ternyata drifting menjadi salah satu andalan. Ini karena tak membutuhkan biaya banyak, tempatnya pun tak perlu sirkuit, cukup parkiran," katanya.
"Saat itu, kondisinya sangat memprihatinkan, dari 39 mesin hanya 15 yang bisa beroperasi," katanya. Tak cuma itu, dia juga harus membangun merek baru dan tak boleh menggunakan nama Pirelli lagi.
Lalu, ia membangun ban dengan merek Achilles yang menyasar anak muda. Dia sadar, sebagai pendatang baru di dunia industri ban itu tak mudah. Ban produksinya harus lebih berkualitas dan tentunya lebih murah. "Itu saja tidak cukup menggoyang merek yang lebih mapan, kalau tidak ada keunikan," katanya.
Di tengah jalan, ia terinspirasi Samsung yang berusaha melawan pabrikan elektronik Jepang yang jelas lebih mapan. Dia menaikkan kualitas dan menurunkan harga. Tak cuma itu, ia juga fokus pada produk-produk anak muda. Hasilnya, tak lama setelah itu, Samsung bisa mengalahkan merek-merek Jepang.
"Kami ingin seperti itu," katanya kepada VIVAnews di kantornya, Jalan Panjang, Jakarta.
Karena itu, Pieter mengaku menyeting produknya fokus pada anak muda. Lalu, dia membuat studi mengenai kesukaan anak muda. "Kami survei, ternyata drifting menjadi salah satu andalan. Ini karena tak membutuhkan biaya banyak, tempatnya pun tak perlu sirkuit, cukup parkiran," katanya.
Achilles pun menjadikan olahraga ini menjadi ajang sponsor. Ia juga membangun tim drifting hingga
menjuarai Indonesia dan Jepang. "Sedangkan di kejuaraan Asia dan
Amerika, kami masih unggul sementara, musim ini belum selesai," katanya.
Hasil sponsor ini luar biasa. Achilles pun terkenal sebagai ban drifting bagi
anak-anak muda seantero dunia. Tak heran bila 75 persen produksinya
diekspor ke luar negeri. "Lokal hanya 25 persen," katanya.
Di
tangan Pieter inilah, membuat Multistrada menjelma menjadi salah satu
produsen ban terkemuka dengan pendapatan Rp3 triliun, melonjak 20 kali
lipat dari tahun pertama operasi yang hanya Rp150 miliar.
Majalah Forbes Asia pun menggelari Multistrada sebagai salah satu The Fastest Growing Company in The World.
Satu Lagi Lembaga Rating Naikkan Peringkat Indonesia
Fitch Rating dan Moody's telah menaikkan rating ke Investment Grade.
Rating and Investment
Information, Inc (R&I) menaikkan Sovereign Credit Rating Republik
Indonesia menjadi BBB- dengan outlook stabil.
Dalam siaran pers hari ini, R&I menyatakan bahwa faktor kunci yang mendukung keputusan untuk menaikkan sovereign credit rating Indonesia adalah pertama, kekuatan Indonesia mencapai pertumbuhan yang tinggi di tengah penurunan ekonomi global. Kedua, pengelolaan fiskal yang konservatif. Ketiga, utang pemerintah yang rendah, dan keempat, sistem keuangan yang semakin stabil.
Analis
R&I menjelaskan, penurunan angka pengangguran yang diiringi
kenaikan pendapatan per kapita, inflasi terjaga, dan suku bunga relatif
rendah mendorong peningkatan konsumsi swasta. Selain itu, kepercayaan
yang lebih besar terhadap ekonomi Indonesia berdampak pada peningkatan
investasi asing (foreign investment) dan perbaikan iklim investasi yang berkelanjutan dengan dukungan kestabilan politik.
Terkait kenaikan peringkat ini, Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, menyatakan, predikat Investment Grade dari
R&I ini menunjukkan kekuatan ekonomi Indonesia di tengah
ketidakpastian ekonomi global. "Kita telah berada di jalur yang tepat
dan siap mencapai kinerja lebih baik lagi," ujar Darmin dalam keterangan
persnya, Kamis, 18 Oktober 2012.
Seperti diketahui, dua lembaga pemeringkat internasional telah menaikkan posisi Indonesia di level Investment Grade. Awalnya, Fitch Ratings yang menaikkan peringkat long term foreign dan local currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi BBB- dari BB+. Outlook atas kedua peringkat tersebut stabil.
Sementara itu, country ceiling dinaikkan menjadi BBB, dan short term foreign-currency IDR dinaikkan menjadi F3.
Lalu, Moody's Investor
Services juga menaikkan peringkat utang pemerintah Indonesia dari Ba1
menjadi Baa3. Hanya S&P yang belum memberikan peringkat RI masuk
kategori Investment Grade. Kini, Indonesia tengah menunggu peringkat Investment Grade dari Standard & Poor's. (art)
Penjelasan Andi Mallarangeng Sudah Jelas
Anggota
Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Syarief Hasan, membantah rumor yang
menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Andi Mallarangeng
mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga.
Bagi Syarief, apa yang
sudah disampaikan Andi Mallarangeng atas kasus Hambalang, sudah
terang-benderang. "Setahu saya tidak ada tuh. Saya pikir Pak Andi sudah
katakan clear. Silakan ini diproses oleh penegak hukum," kata Syarief di gedung DPR, Jakarta, Kamis 18 Oktober 2012.
Syarief juga memastikan tidak ada perlakuan khusus dari Partai Demokrat kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng, yang menjabat Sekretaris Dewan Pembina partai.
Demokrat juga belum berencana memanggil Andi Mallarangeng untuk meminta keterangan langsung. "Dari dulu nggak ada perbedaan. Kami selalu menganut azas praduga tak bersalah," tegas pria yang juga Menteri Negara Koperasi dan UKM ini.
Syarief mengakui, disebutnya nama-nama petinggi Demokrat dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang menurunkan popularitas Demokrat. Demokrat menyadari kasus-kasus yang menyebut petinggi-petinggi partai Demokrat sangat mempengaruhi partai. "Padahal belum tentu salah," kata Syarief.
Dia berharap popularitas Demokrat akan kembali naik di 2014. Demokrat menyerahkan penyelesesaian kasus yang membelit beberapa kadernya kepada penegak hukum. "Lebih bagus kami serahkan pada penegak hukum. Kalau ketidakpastian ini terlalu lama memang kurang baik bagi partai," ujar Syarief. (umi)
Syarief juga memastikan tidak ada perlakuan khusus dari Partai Demokrat kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng, yang menjabat Sekretaris Dewan Pembina partai.
Demokrat juga belum berencana memanggil Andi Mallarangeng untuk meminta keterangan langsung. "Dari dulu nggak ada perbedaan. Kami selalu menganut azas praduga tak bersalah," tegas pria yang juga Menteri Negara Koperasi dan UKM ini.
Syarief mengakui, disebutnya nama-nama petinggi Demokrat dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang menurunkan popularitas Demokrat. Demokrat menyadari kasus-kasus yang menyebut petinggi-petinggi partai Demokrat sangat mempengaruhi partai. "Padahal belum tentu salah," kata Syarief.
Dia berharap popularitas Demokrat akan kembali naik di 2014. Demokrat menyerahkan penyelesesaian kasus yang membelit beberapa kadernya kepada penegak hukum. "Lebih bagus kami serahkan pada penegak hukum. Kalau ketidakpastian ini terlalu lama memang kurang baik bagi partai," ujar Syarief. (umi)
2 Polisi Poso Tewas, Revolver Belum Ditemukan
Polisi belum dapat memastikan identitas para pelaku.
Dua anggota polisi,
Bripka Anumerta Sudirman dan Brigadir Anumerta Andi Sapa, sebelum tewas
diduga sempat dicegat sekelompok orang yang mengendarai tiga sepeda
motor. Namun polisi belum dapat memastikan identitas para pelaku.
"Dua
senjata revolver dan sepeda motornya hilang. Dugaan sementara korban
dihadang. Jalannya tidak terlalu besar, jalan tanah. Tapi bisa dilalui
sepeda motor," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri,
Brigjen Polisi Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 18 Oktober
2012.
Boy menyatakan sampai saat ini, polisi masih terus
menelusuri para pelaku pembunuhan dua anggotanya itu. Dia mengaku belum
dapat menjelaskan secara detail langkah penyelidikan yang akan mereka
lakukan.
"Dalam catatan kami memang terkait kegiatan-kegiatan
pelatihan teror. Ini masih didalami. Lokasinya ada yang masih kami
curigai sebagai tempat pelatihan. Kami tunggu perkembangan lanjut
terkait siapa pelakunya," ujarnya.
Terkait informasi yang
disampaikan Badan Intelejen Negara (BIN) yang menyebutkan bahwa Jamaah
Ansharut Tauhid (JAT) berada di balik pembunuhan ini, polisi akan
mendalaminya. Pendalaman juga akan dilakukan terhadap kelompok-kelompok
yang selama ini mereka curigai.
"Di sana juga ada kawasan yang sulit dijangkau masih hutan lindung, berjam-jam untuk jalan kaki," terangnya.
Dari
lokasi penemuan jenazah di dusun Tamanjeka, Desa Masani, Poso, Sulawesi
Tengah, polisi juga menemukan selongsong peluru. Tetapi polisi belum
dapat memastikan apakah sempat terjadi baku tembak sebelum keduanya
tewas.
"Hasil visum luka irisan benda tajam," kata Boy.
Kemungkinan tembak-menembak dengan pihak tertentu belum dapat dipastikan
kebenarannya. Namun demikian, polisi akan mendalami selongsong peluru
yang ditemukan.
"Itu jenis laras pendek, kami dalami
barang-barang yang ditemukan. Sementara yang ditemukan baru terkait
peluru, helm korban," ujarnya.
JAT sendiri sudah
membantah keras terlibat dalam kasus ini. Sekretaris Pusat JAT,
Abdurochman menilai, tudingan yang dialamatkan kepada organisasinya
merupakan fitnah untuk pengalihan isu yang sedang mendera lembaga
penegakan hukum di Indonesia dewasa ini.
"Karena ada kasus yang
membelit di lembaga hukum, maka dicarikan pengalihan isu perhatian.
Bahkan, kami dengar tahun ini juga akan muncul tersangka baru dalam
kasus Century," ujar Abdurochman kepada wartawan, Kamis, 18 Oktober
2012.
Mertua Limbad: Tudingan Susi Soal Zina Tidak Benar
Ibunda Benazir Endang mendatangi Polda Metro Jaya, hari ini.
Mertua Limbad dari istri kedua, Buyanah Sofa mendatangi Polda Metro
Jaya, Kamis, 18 Oktober 2012. Ibunda Benazir Endang itu menguatkan
kesaksian bahwa Limbad telah menikah siri dengan anaknya.
Ia didampingi pengacaranya, Andriko Saputra membantah tudingan istri pertama Limbad, Susi Indrawati soal zina. "Saya datang memberikan keterangan bahwa apa yang pernah dibicarakan Susi tentang berzina itu tidak benar," katanya saat ditemui di Polda Metro Jaya.
Ia melanjutkan, pernikahan siri antara Limbad dan Benazir terjadi jauh sebelum Susi berkoar-koar di media. "Semua yang diucapkan Susi di media tidak benar," tegasnya.
Sedangkan untuk tes DNA yang dituntut Susi, Buyanah menyebutkan, dirinya hanya bisa menerima proses hukum yang berlaku. Jika pihak yang berwajib memang mengharuskan tes DNA, pihaknya bersedia melakukannya.
"Itu sudah menjadi ranah kepolisian, kami serahkan pada mereka," kata pengacara, Andriko Saputra.
Blog Porno Mahasiswa Malaysia Hebohkan Jiran
Sepasang kekasih asal
Malaysia yang kuliah di Singapura menghebohkan jagad dunia maya dengan
blog porno yang mereka buat. Menuai kritikan dan kecaman, akhirnya
pasangan ini menghapus blog mereka.
Diberitakan Asia One, Rabu 17 Oktober 2011, adalah Alvin Tan Jye Yee, 24, mahasiswa fakultas hukum University of Singapore (NUS) dan kekasihnya Vivian Lee, 23, yang membuat foto aksi syur mereka berdua di blog yang mereka namakan Sumptuous Erotica.
Dalam beberapa foto, terlihat tubuh mereka yang tanpa dibalut sehelai benangpun dalam posisi yang menantang. Mereka bahkan mengunggah video adegan seks mereka di blog tersebut. Berbagai cercaan dan makian berdatangan dari publik Malaysia yang menganggap tabu hal tersebut.
Akhirnya, keduanya menghapus blog itu. Namun tidak tampak ada penyesalan apapun dari keduanya. Mereka malah mengajak para penggemar mereka untuk tidak putus kontak dan mengikuti kegiatan mereka di Twitter.
"Kami Alvin dan Vivian. Kami diberitakan karena sesuatu yang kami pikir normal dan dapat diterima masyarakat, tapi ternyata tidak," tulis keduanya di akun Twitter mereka. Keduanya saat ini berada di Malaysia, Alvin rencananya akan ke Singapura pada Januari untuk menyelesaikan studinya.
Diberitakan Asia One, Rabu 17 Oktober 2011, adalah Alvin Tan Jye Yee, 24, mahasiswa fakultas hukum University of Singapore (NUS) dan kekasihnya Vivian Lee, 23, yang membuat foto aksi syur mereka berdua di blog yang mereka namakan Sumptuous Erotica.
Dalam beberapa foto, terlihat tubuh mereka yang tanpa dibalut sehelai benangpun dalam posisi yang menantang. Mereka bahkan mengunggah video adegan seks mereka di blog tersebut. Berbagai cercaan dan makian berdatangan dari publik Malaysia yang menganggap tabu hal tersebut.
Akhirnya, keduanya menghapus blog itu. Namun tidak tampak ada penyesalan apapun dari keduanya. Mereka malah mengajak para penggemar mereka untuk tidak putus kontak dan mengikuti kegiatan mereka di Twitter.
"Kami Alvin dan Vivian. Kami diberitakan karena sesuatu yang kami pikir normal dan dapat diterima masyarakat, tapi ternyata tidak," tulis keduanya di akun Twitter mereka. Keduanya saat ini berada di Malaysia, Alvin rencananya akan ke Singapura pada Januari untuk menyelesaikan studinya.
Pintar tapi keblinger
Alvin adalah murid pintar
yang mendapatkan beasiswa ASEAN pada 2004 di SMA Xinmin dan Raffless
Junior College. Dia juga mendapatkan beasiswa ASEAN untuk belajar di
NUS. Alvin dan Vivian bertemu di Facebook dan mulai pacaran. Foto-foto
panas mereka awalnya diunggah di media sosial ini.
"Awalnya, kami bercanda dengan mengambil foto telanjang. Setelah fotonya semakin banyak, kami mengunggahnya di Facebook dengan memburamkan alat vital," ujar Alvin saat diwawancara Yahoo! Singapore.
Keduanya memutuskan untuk membuat blog setelah foto mereka di Facebook terus diblokir dan dihapus oleh admin. Setelah blog mereka banyak diminati, dua sejoli ini mendapat tawaran sponsor oleh perusahaan alat bantu seksual di Singapura.
Jika kembali ke Singapura, kemungkinan Alvin akan tersandung masalah hukum. Di negara ini, pasangan ini dianggap melanggar Undang-undang perfilman dengan mengunggah film kotor. Selain itu, Alvin juga terancam kehilangan beasiswanya di NUS karena dianggap melanggar kode etik mahasiswa.
Sementara itu Vivian saat diwawancara Guang Ming Daily mengatakan dia tidak peduli telah membuat malu orangtua dan keluarganya. Dia menegaskan, mereka tetap akan melakukan "aktivitas" tersebut karena mereka menyukainya. (umi)
"Awalnya, kami bercanda dengan mengambil foto telanjang. Setelah fotonya semakin banyak, kami mengunggahnya di Facebook dengan memburamkan alat vital," ujar Alvin saat diwawancara Yahoo! Singapore.
Keduanya memutuskan untuk membuat blog setelah foto mereka di Facebook terus diblokir dan dihapus oleh admin. Setelah blog mereka banyak diminati, dua sejoli ini mendapat tawaran sponsor oleh perusahaan alat bantu seksual di Singapura.
Jika kembali ke Singapura, kemungkinan Alvin akan tersandung masalah hukum. Di negara ini, pasangan ini dianggap melanggar Undang-undang perfilman dengan mengunggah film kotor. Selain itu, Alvin juga terancam kehilangan beasiswanya di NUS karena dianggap melanggar kode etik mahasiswa.
Sementara itu Vivian saat diwawancara Guang Ming Daily mengatakan dia tidak peduli telah membuat malu orangtua dan keluarganya. Dia menegaskan, mereka tetap akan melakukan "aktivitas" tersebut karena mereka menyukainya. (umi)
Subscribe to:
Posts (Atom)